Polda Metro Dalami Dugaan Korupsi Proyek Gedung Mako Satpol PP Bekasi

Diterbitkan pada Jumat, 14 Juni 2019   Dibaca : 91  Kali

     

JAKARTA (otonominews) - Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan korupsi proyek pembangunan gedung Mako Satpol PP dan BPBD Kota Bekasi yang dibangun sejak 2017 lalu secara multi years.

Sudah hampir dua bulan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung dibawah Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Bekasi itu, ditangani Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan sampai sejauh mana tahapan penyelidikan dan penyidikan kasus ini, pihaknya akan melakukan pengecekan kembali dahulu.

Yang pasti kata dia, penyidik akan bekerja secara profesional dalam mengungkap ada tidaknya kerugian negara dalam proyek multi years yang menggunakan APBD Kota Bekasi tersebut.

"Tentunya sudah sejauhmana, nanti akan saya cek dulu. Iya, saya dengar penyidikan," kata Argo saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (13/06/2019) malam.

Sebelumnya, Ketua Formasi (Forum Mahasiswa dan Masyarakat Bekasi) Jimmy berharap penyidikan kasus ini oleh Subdit Tipikor Polda Metro Jaya tidak senyap atau bahkan lenyap karena hanya menjaring tingkatan staf saja.

Menurut Jimmy dari informasi yang didapatnya penyidik telah memeriksa 3 orang staf di  Dinas Perkimtan Kota Bekasi yakni AJ, ER dan AR.

Bahkan penyidik juga sudah memeriksa Kepala Dinas Perkimtan saat itu yakni Dadang Ginanjar, yang kini menjabat Kadishub Kota Bekasi.

Bahkan kata Jimmy, salah satu dari tiga staf Dinas Perkimtan statusnya sudah dinaikkan menjadi tersangka namun tak ditahan. "Makanya kasus ini harus dibuka agar terang benderang, sehingga juga mengungkap aktor intelektualnya," kata Jimmy.

Seperti diketahui proyek pembangunan Gedung Mako Satpol PP dan BPBD merupakan proyek multi years yang dimulai sejak 2017. Dana yang dianggarkan untuk pembangunannya di tahun 2018. ini adalah sebesar Rp 67,5 Miliar dari APBD Kota Bekasi.

Terpisah, Kasubdit Tipikor Polda Metro Jaya saat dikonfirmsi Otonominews.co.id mengakui telah menaikan kasus tersebut ke tingkat penyidikan. "Sudah sidik Mas, tapi belum ada penetapn tersangka," ujarnya, Jumat (14/06/019).

Ketika disinggung terkait kabar sudah ada tersangka dalam kasus itu, Bhakti justru balik bertanya. "Berita dari siapa," tepisnya.

Tidak banyak informasi yang disampaikan Bhakti terkait kasus yang kini jadi pergunjingan do Bekasi itu. Ia hanya menjanjkan akan menyampaikan perkembangab lebih lanjut terkait proses yang kini sedang ditanganinya itu. "Nanti kalau ada perkembangan kita kabari," tutupnya mengakhiri percakapan. (Ferry Edyanto)

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Jumat, 14 Juni 2019         Dibaca:  91 Kali

Back to Top