Bupati Nelson: Jokowi adalah Presiden Indonesia, Bukan Presiden Orang Jawa

Diterbitkan pada Jumat, 24 Mei 2019   Dibaca : 29  Kali

     

LIMBOTO, (otonominews) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan Calon Presiden dan Calon Wakil kPresiden Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai peraih suara terbanyak Pilpres
2019 dengan perolehan 85.607.362 suara sah dengan persentase 55,50%. Sementara Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno memperoleh suara sebanyak 154.257.601 suara dengan hasil persentase 44,50%.

Bupati Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, M.Pd., mengatakan bahwa kemenangan tersebut bagi Jokowi bukan hal yang luar biasa. "Bagi beliau, kemenangan ini bukan hal luar biasa. Alasannya karena beliau adalah incumbent dan selama hampir lima tahun belakangan beliau sudah bekerja," ujar Nelson Pomalingo yang diwawancarai otonominews, Jumat (24/05/2019). 

Nelson Pomalingo mengatakan, Jokowi selama ini tidak hanya bekerja, tetapi juga mempunyai konsep yang jelas seperti bagaiamana membangun dari pinggiran. "Beliau juga mendorong bagaimana pemerataan pembangunan di mana-mana. Perencanaan pembangunannya jelas. Orangnya pekerja keras. Saya kira rakyat bisa melihat itu semua. Beliau merakyat, kemana-mana beliau datang termasuk ke Kabupaten Gorontalo dan penerimaan masyarakat sangat luar biasa. Inilah yang mendasari kemenangan beliau," papar Nelson Pomalingo.

Dikatakannya, waktu lima tahun bukanlah waktu yang lama untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. Namun Nelson Pomalingo mengatakan percaya bahwa Jokowi-Ma'ruf akan bekerja lebih  keras. Dipaparkannya, pada lima tahun sebelumnya pada era kepemimpinan Jokowi-JK terkonsentrasi di sektor infrastruktur, maka menurut Nelson Pomalingo, lima tahun ke depan akan lebih fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Alasannya, kata Nelson Pomalingo, infrastruktur begitu besar, tetapi nilai ekonomi di bawah. "Pada lima tahun ke depan yang paling utama itu manusianya. SDM itu tidak bergerak sebelumnya. Sudah diberi fasilitas, sudah diberi peluang tetapi tidak digunakan oleh masyarakat. Jadi kita ingin mendorong SDM ini lebih naik lagi. Jadi SDM bisa menggunakan peluang yang telah dibuat melalui infrastruktur, tol laut, melalui macam-macam ini untuk
membangun ekonomi. Siapa yang bisa membangun ekonomi, yaitu SDM yang bagus. Ini yang saya kira tantangan lima tahun ke depan bagi kepemimpinan Pak Jokowi ke depan," jelasnya.

Saat memberi sambutan menerima kemenangan perolehan suara, Jokowi memberi sambutan sambil berjanji akan menjadi pemimpin semua golongan. Hal tersebut diapresiasi oleh Nelson Pomalingo. Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Gorontalo ini mengatakan, bahwa apa yang dikatakan oleh Jokowi sangat benar. "Itu benar karena
beliau dalah presiden Indonesia. Bukan presiden partai, bukan presiden golongan tertentu, bukan presidennya orang Jawa. Beliau adalah presiden Indonesia. Presiden masyarakat dari Sabang sampai merauke. Dari Sangihe sampai Pulau Rote," tegas Nelson Pomalingo.

Menurut dia, meski ada beberapa daerah mayoritas tidak memilih dirinya, Jokowi harus tetap melayani, seperti halnya gubernur atau bupati. "Apa lagi presiden. Saya kira baik apa yang beliau sampaikan. Beliau adalah presiden Indonesia. Jangan melihat di mana yang kalah, justru yang kalah itu diberikan penguatan, mungkin ada hal-hal yang membuat mereka masih kecewa. Itu harus di-check. Mungkin dari sisi pembangunan. Mungkin orang di daerah itu belum paham apa yang telah dibuat oleh Pak Presiden, maka di situ diberi muatan lagi sehingga pemahaman itu akan merata dan itulah sifat seorang pemimpin. Memberi naungan dan melindungi semua, memberi muatan-muatan membangun sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing," imbuhnya.

Menyoal duet antara Jokowi-Ma'ruf, Nelson Pomalingo berkomentar bahwa keduanya adalah hasil perwakinan orang tua dan muda serta nesionalisme dan religius. "Jadi menurut saya ini lengkap. Dan kita tahu bersama Indonesia ini 85 % muslim. Semua dibangun, tapi proporsional bahwa kita tidak bisa pungkiri dominasi Muslim. Tapi kita tetap memperhatikan semuanya. Kita berharap dengan adanya Kyai Mar'uf Amin sebagai wakilnya, menjadi warna tersendiri dengan tetap menjaga kebhinekaan," harapnya.

Selain itu, katanya, diharapkan ada terobosan-terobosan baru dari Kyai Ma'ruf seperti ekonomi syariah. "Kita tahu, non Muslim juga sudah paham tentang ekonomi syariah. Ini perlu juga kita dorong terus. Juga bidang pendidikan, seperti santri yang perlu penguatan. Sekarang kita lihat banyak santri yang sukses, mereka tak hanya belajar keilmuan dunia teknologi tetapi karakter mereka juga diperbaiki. Kalau dapat, image yang berkembang tentang terorisme harus dikikis dan perkuat tentang Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Kita berharap Kyai Ma'ruf bisa menjadi penggerak hubungan baikantar-umat," katanya.

Pendeknya, Nelson Pomalingo berharap sosok Joko Widodo yang akan menjadi Presiden RI lima tahun mendatang diharapkan bisa mewarnai pembangunan Indonesia.

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Jumat, 24 Mei 2019         Dibaca:  29 Kali

Back to Top