Walikota sorong Resmikan Kawasan Wisata Mangrove Klawalu

Diterbitkan pada Sabtu, 18 Mei 2019   Dibaca : 57  Kali

     

SORONG, (otonominews) - Setiap sudut di Papua adalah keindahan. Tak hanya Raja Ampat dengan pesonanya yang sudah mendunia, habitat burung unik dengan bulu terindah di dunia pun dimiliki oleh Papau. Jadi, apa pun yang tersaji di Papua merupakan keindahan yang tak pernah habis. Termasuk Wisata Mangrove Klawalu yang belum lama ini diresmikan oleh Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM., Kamis (16/05/2019).

Turut di hadiri Wakil Walikota Sorong dr. Hj. Pahima Iskandar, Sekretaris Daerah Dra. Welly Tigtigweria, Ketua DPRD Petronela Kambuaya, S.Pd. M.Pd, Pemilik Hak Wilayat Yonas Malibela, Perwakilan Kementerian Pariwisata RIRudolf Yarangga, Para Pimpinan OPD di lingkungan Pemda Kota Sorong, tokoh masyarakat, tokoh adat, perwakilan perhotelan, serta Warga Masyarakat yang berada di kawasan wisata hutan mangrove.

Dalam laporannya Kepala Dinas Pariwisata Kota Sorong, Amos Kareth, SH., menyebut, tujuan pembangunan kawasan Wisata Mangrove adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, memberikan hiburan bagi masyarakat serta sebagai sarana edukasi bagi generasi milenial dan sumber pendapatan asli daerah. 

Selain itu, pembangunan hutan mangrove yang berlokasi di KM 12 tersebut juga bermanfaat sebagai penahan pengikisan abrasi pantai di samping juga melestarikan alam dan menjaga dari kerusakan lingkungan sekitar.

Amos Kareth juga menyebut, untuk kegiatan upacara adat sekaligus peletakan batu pertama Kawasan Rekreasi Mangrove Klawalu dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2018,  yang dihadiri oleh Yonas Malibela Sebagai pemegang hak ulayat bersama 20 orang tua adat Malamoi, Kepala
Distrik Sorong Timur, Kepala Kelurahan klawalu, Dinas Pariwisata Kota Sorong dan Pihak Kontraktor.

Sementara itu, Yonas Malibela dalam sambutannya mendukung apa yang telah pemerintah rencanakan sebab menurutnya pembangunan kawasan wisata ini dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat di kawasan wisata tersebut. Selain itu pihaknya rela memberikan tanah adat marga Malibela Klawalu yang mereka miliki untuk dikembangkan Pemkot Sorong menjadi taman wisata, guna kemajuan Kota Sorong sebagai kota termaju di tanah Papua.

Lebih jauh dirinya menyampaikan, dia juga berterimakasih kepada Pemkot Sorong dalam hal ini Dinas Pariwisata, karena sebelum melakukan pembangunan taman wisata, terlebih dahulu menghubungi pemilik hak ulayat, dan pihaknya mengusulkan adanya perpustakaan di dalam taman wisata tersebut agar selain datang untuk jalan-jalan orang yang datang juga bisa membaca sekaligus melestarikan alam sekitar.

Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata RI yang diwakili Rudolf Yarangga, menyampaikan Taman Wisata Mangrove Klawalu ini menjadi contoh dan pilot project bagi daerah lain untuk dapat membangun tempatwisata yang memberikan edukasi bagi masyarakat sekitar dalam lebih mencintai lingkungan.

Rudolf juga menambahkan, Kementerian pariwisata R.I melalui Deputi pengembangan destinasi pariwisata telah menyiapkan dana sebesar 2,4 M untuk menambah pembangunan menara pandang dan panggung kesenian dalam tempat wisata mangrove ini. "Sektor Pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar kedua setelah kelapa sawit, maka dengan dikembangkannya sektor pariwisata seperti hutan mangrove, secara tidak langsung akan membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat di daerah ini," jelasnya.

Walikota Sorong Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM dalam sambutanya, mengatakan kawasan wisata ini, merupakan asset bagi warga masyarakat dan Pemerintah Daerah, maka dirinya berharap agar adanya pengawasan dari dinas terkait dan Masyarakat sekitar dalam menjaga sekaligus melestarikan taman wisata ini. Dia juga menambahkan harus dibuat papan larangan untuk tidak melakukan aktivitas apapun yang akan menimbulkan kerusakan alam sekitar sekaligus larangan membuang sampah sembarangan.

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Sabtu, 18 Mei 2019         Dibaca:  57 Kali

Back to Top