Emil Tunggu Keputusan Kemendagri Soal Mundurnya Bupati Anna

Diterbitkan pada Rabu, 14 November 2018   Dibaca : 4398  Kali

     

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, menyerahkan sepenuhnya keputusan pengunduran diri Bupati Indramayu, Anna Sophanah, kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dia pun mengaku bisa memaklumi alasan pengunduran diri Anna dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Kabupaten Indramayu.

"Sebagai gubernur, saya hanya menyampaikan ke Kemendagri. Keputusan urusan pemerintahan terkait administrasi di negeri ini kan adanya di Kemendagri," ujar pria yang akrab disapa Emil itu, saat meluncurkan program Layad Rawat di Kota Cirebon, Rabu (14/11). Emil menyatakan, surat permohonan pengunduran diri Bupati Indramayu, Anna Sophanah itu sudah disampaikannya kepada mendagri sekitar sepekan yang lalu. Saat ini, dirinya pun masih menunggu keputusan dari mendagri terkait permohonan tersebut. 

"Kita tunggu saja," tukas Emil. Emil pun mengaku memaklumi alasan pengunduran diri Anna karena ingin fokus pada keluarga. Dia menilai, jika Anna dipaksa tetap menjalankan tugasnya, maka dikhawatirkan jadi tidak optimal. "Kalau orang sudah bergeser orientasinya, ya kita harus maklumi. Kalau dipaksakan itu kasihan Indramayu," tutur Emil. Emil menambahkan, jika nanti Kemendagri memutuskan mengabulkan pengunduran diri Anna, maka secara otomatis Wakil Bupati Indramayu Supendi, akan menggantikan posisi Anna sebagai bupati. Sedangkan kursi wakil bupati yang ditinggalkan Supendi, akan ditentukan oleh partai pengusungnya, dalam hal ini Demokrat, PKS dan Gerindra. Anna Shopanah, pada Selasa (13/11), menemui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Kepada Tjahjo, Anna menjelaskan alasan pengunduran dirinya dari jabatan bupati.

Anna diterima Mendagri secara langsung di Kantor Kemendagri, Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa siang. Saat mengungkapkan alasannya, Anna menampik jika dugaan keterlibatan dirinya atas kasus korupsi menjadi alasan dirinya mundur. "Tidak ada kaitan sama sekali (dengan kasus di KPK). Murni karena keluarga. Terus terang Pak Menteri, saya tidak bisa membagi waktu. Apalagi Pak, suami saya sakit-sakitan. Saya ingin fokus mengurus keluarga, agar penyesalan dulu waktu ibu saya meninggal tidak terjadi lagi kepada bapak (ayahnya)," ujar Anna kepada Tjahjo. 

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Rabu, 14 November 2018         Dibaca:  4398 Kali

Back to Top