Mendagri Tegaskan Revolusi Mental Landasan Persatuan Bangsa

Diterbitkan pada Senin, 29 Oktober 2018   Dibaca : 49  Kali

     

MANADO (otonominews.net) – Kegiatan Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Bersatu Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental tahun ini diselenggarakan di Manado Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (27/10). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghadiri acara tersebut dan menyampaikan pesan dari makna kritisnya tentang revolusi mental. “Revolusi mental bukanlah berorientasi pada proyek atau sekedar instruksi pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan sosial masyarakat Indonesia,” pesan Tjahjo. 

Ia pun menuturkan berbagai hal perbaikan yang menjadi bagaian output dari setiap program revolusi mental, khususnya prilaku para aparatur pemerintahan dan masyarakat pada umumnya.
“Menginjak 4 (empat) tahun pelaksanaan Revolusi Mental, telah banyak perubahan terjadi antara lain semakin baiknya pelayanan publik, tingkat disiplin ASN dan masyarakat, kemandirian bangsa, kebersihan lingkungan, serta semakin kokohnya NKRI di tengah terpaan berbagai ideologi dunia," tuturnya.
Menteri Tjahjo menaruh harapan besar dari setiap gerakan revolusi mental untuk dapat melembaga, bukan hanya bersifat seremonial. Makna dari revolusi mental harus mencerminkan mental bangsa Indonesia  yang berlandaskan Pancasila.
"Inti dalam perubahan pola pikir, pola sikap dan pola prilaku yang dimaksudkan dalam revolusi mental," tegasnya.
Tjahjo memaparkan kondisi faktual bangsa Indonesia yang multikultur sebagai modal dasar pembangunan, bukan sebagai potensi ancama disintegrasi bangsa. 
 
“Sebagai bangsa besar dan majemuk kita mempunyai kurang lebih 714 suku bandingkan dengan Afganistan yang hanya mempunyai 7 suku tapi mengalami konflik suku lebih dari 40 tahun ini tentunya menjadi tantangan kita kedepan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” paparnya. Untuk menangkal dan mengatasi berbagai persoalan yang dapat memecah belah bangsa, Tjahjo menegaskan, diperlukan sebuah upaya penanaman nilai-nilai kebangsaan yang merupakan jati diri bangsa  bersumber dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
 
"Perlu adanya gerakan bersama dengan kesadaran yang sama menuju Indonesia yang bersatu dengan cara hindari ujaran kebencian, penyebaran berita bohong, dan isu SARA karena hal tersebut dapat memecah  bangsa," ungkapnya. 
Mendagri mengingatkan, khusus kepada para Aparatur Sipil Negara dalam menghadapi tahun politik Pemilu serentak tahun 2019.
"Jaga netralitas ASN, tingkatkan profesionalisme, jadilah agen perubahan serta penerang Revolusi Mental di masyarakat," tukasnya.

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Senin, 29 Oktober 2018         Dibaca:  49 Kali

Back to Top