Pasca Bencana, Kemendagri Kawal Penyelenggaraan Pemda Sulteng Kembali Normal

Diterbitkan pada Senin, 08 Oktober 2018   Dibaca : 30  Kali

     

JAKARTA (Otonominews.net) – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengawal dan memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang meliputi Pemda Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, Kabupaten, Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong dapat menjalankan roda pemerintahannya berjalan normal. Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan, tim pendampingan Kemendagri dan Praja IPDN yang sedang bertugas terus berupaya membantu sesuai dengan kewenangan serta tugas dan fungsinya. 

"Sesuai dengan arahan sebelumnya bahwa Tim Pendampingan bertugas ke lokasi bencana fokus melakukan pada tugas dan fungsi Kemendagri, yaitu Pertama, melakukan pendataan aparat pemerintah daerah dan DPRD setempat  yang  jadi korban meninggal dan hilang serta yang kehilangan keluarga, rumah,  dan lain sebagainya," jelas Tjahjo, Minggu (7/10). Kedua, lanjut Mendagri, melakukan pendataan infrastruktur pemerintahan yang rusak, seperti kantor pemeritahan yang rusak, sarana prasarana, peralatan kantor dan pendukung pemerintahan lainnya  pada Pemda Provinsi  Sulteng, Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong.

"Ketiga, melakukan pendampingan kepada Pemda diantaranya pendampingan penyusunan dan perubahan APBD, mempertajam fokus sasaran untuk penanggulangan bencana, perbaikan sarana dan prasarana pelayanan KTP elektronik," paparnya. Masih dijelaskan Mendagri, yang keempat adalah, memberikan semangat kepada jajaran aparatur  Pemda yang selamat untuk kembali bekerja normal seperti  sebelumnya.

"Dan Kelima, mendorong Pemda untuk membuat tempat- tempat pelayanan pemerintahan darurat, seperti kantor desa atau kantor lurahnya hancur, maka bisa kantor lurah sementara dan jika Lurahnya atau Kepala Desanya menjadi korban meninggal, maka bisa segera tunjuk Plt Lurah ataupun wakil kepala desa. Begitu pula jika kantor dinas dan kecamatan yang rusak dan lain sebagainya," tegas Tjahjo. Sementara itu, Bahtiar (Kapuspen Kemendagri) menyatakan, sesuai arahan Mendagri bahwa harus ada koordinasi antar Kementerian/Lembaga terkait berdasarkan hasil pendataan aparatur yang meninggal, selanjutnya dikoordinasikan  dengan Kemenpan RB untuk ditindaklanjuti dalam bentuk kemungkinan penambahan formasi penerimaan PNS baru untuk di Pemda Provinsi Sulteng, Kota Palu, Kabupaten Dinggala, Kabupaten Sigi, dan kabupaten Parigi Moutong, dengan memprioritaskan formasi penerimaan sesuai kebutuhan dilokasi bencana.

"Misalnya sarana geologi, guru psiko, dokter, perawat, penyuluh pertanian,  dan penyuluh perikanan,” jelas Bahtiar.Ia menambahkan, jika ada dari Angggota DPRD Provinsi Sulteng, Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong menjadi  korban meninggal, segera dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW). 

Berdasarkan hasil pendataan infastruktur dan sarana prasarana, peralatan pemerintahan yang rusak maka akan dibangun kembali dengan dukungan APBN, baik bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pemerintahan, serta menggunakan dana program penanggulangan bencana. Untuk itu, Kemendagri akan segera berkoordinasi dengan Menteri PUPR untuk membantu membangun gedung kantor pemerintahan yang tahan gempa.

“Intinya, Kemendagri akan mengawal dan memastikan penyelenggaraan Pemda  Provinsi Sulteng, Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong dapat kembali normal, Kemendagri akan koordnasi dengan Menpan RB untuk penanganan aparat yang menjadi korban. Sedangkan untuk pembangunan kantor dan sarana prasarana pemerintahan akan berkoordinasi dengan Menteri Keuangan, kepala Bappenas, Menteri PURR dan BNPB," tegasnya.

Ia menuturkan, data sementara yang diterima dari Ketua Tim Pendampingan Kemendagri yang berada di lapangan Elvius Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri bahwa data  gedung Kantor Pemda provinsi yang  rusak Berat, yaitu: Kantor Gub

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Senin, 08 Oktober 2018         Dibaca:  30 Kali

Back to Top