Pimpin Apel di Monas, Tjahjo Kumolo Bersyukur Pilkada Berjalan Lancar

Diterbitkan pada Jumat, 29 Juni 2018   Dibaca : 57  Kali

     

JAKARTA (otonominews.net) -Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jumat (29/6/2018) menyelenggarakan kegiatan gerak jalan santai. Kegiatan tersebut merupakan rutinitas yang dilakukan setiap bulan Juni. Selain gerak jalan, acara yang dikomandoi Mendagri Tjahjo Kumolo itu juga disertai acara makan bersama dan hiburan. 

Di kesempatan itu Mendagri menuturkan, atas nama segenap para pejabat eselon I, II, III dan seterusnya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Tjahjo juga mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri kepada yang merayakan idul fitri dan bisa mudik dengan lancar, sehingga bisa kembali bertugas.

"Hari ini sengaja coba kita rutinkan bahwa setiap bulan Juni kita mengadakan acara ini dan bisa saja nanti hari hari tertentu memperingati hari nasional tertentu kita akan menyelenggarakan gerak jalan santai, makan pagi bersama dan ada hiburan bersama yang dipusatkan di Kemendagri," papar Tjahjo. 

Mendagri menjelaskan, tugas pertama pemerintah di bulan Juni adalah mendukung secara penuh KPU, Bawaslu, mulai dari pusat sampe tingkat TPS untuk menggerakkan mengorganisir menyediakan ketersediannya anggaran, mendukung perangkat yang ada yang diperlukan oleh penyelenggara pemilu yang kemarin pilkada serentak 171 daerah provinsi dan kabupaten kota bisa berjalan dengan lancar, tertib tanpa ada gangguan," jelasnya. 

Tjahjo pun mengakui, hal tersebut juga berkat peran serta kepolisian, TNI,  BIN, Satpol PP dan Damkar yang terintegrasi di daerah untuk bersama-sama mengawal mengamankan jalannya pilkada serentak untuk memilih kepala daerah yang amanah didaerah masing masing.

"Pemerintahan bapak Jokowi sudah melaksanakan tiga kali pilkada serentak di 268 daerah di tahun 2015, kemudian 101 daerah di 2017 dan sekarang 171 daerah. Tinggal satu langkah lagi tahun depan adalah proses pemilu, baik memilih anggota DPRD 1 DPRD, 2 DPR RI, DPD RI dan memilih presiden dan wakil presiden secara bersama sama," terang Mendagri. 

Pilkada serentak tahun ini, lanjut Tjahjo, adalah ujian. Walaupun memilih kepala daerah, tapi aromanya sudah aroma pileg dan pilpres.

"Tapi masyarakat kita cukup dewasa, sehingga tidak ada gangguan sekecil apapun pilkada ini. Hanya masih ada bebetapa catatan seperti di Papua di Jayawijaya masih ada sedikit riak riak. Saya kira itu masih tahap wajar dan hampir keseluruhan sudah bisa teratasi dengan baik proses pilkadanya," katanya. 

Mendagri melanjutkan, dirinya bersyukur, laporan laporan kerusuhan, bencana juga tidak ada sehingga jalannya pemungutan suara lancar, dan kini menunggu penghitungan suara. Sampai pertengahan bulan ini sudh akan bisa kita lihat hasilnya secara tuntas.

"Atas nama Kemendagri, saya menyampaikan duka cita yang terdalam dan ikut prihatin atas musibah tenggelamnya kapal Sinar Bangun di Danau Toba yang hingga kini masih ada 100 lebih masyarakat yang belum bisa diketemukan dengan kapalnya," ucap Tjahjo.

Tjahjo meminta pejabat Gubernur Sumut dan staf untuk terus memberikan dukungan moril kalau perlu ada dapur umum 24 jam sehingga masyarakat yang menunggu sanak saudara yang hilang yang menunggu di pinggir danau, masalah kesehatan masalah makan sudah bisa terpenuhi kesemuanya. 

"Dan hari ini cukup istimewa, disamping pilkada serentak di bulan Juni, kita juga memperingati 1 Juni hari lahirnya Pancasila. Wafatnya Bung Karno, juga lahirnya Bung Karno pada bulan Juni. Apapun Bung Karno adalah proklamator kita, presiden pertama kita. Bapak bangsa kita dan beliau penggali Pancasila yang digali pada saat pembuangan di Ende. Saya dan temen temen banyak yang hadir dalam acara awal 1 Juni di Ende, kemudian besok kita juga akan berkeliling kembali membersihkan tempat tempat peninggalan bung Karno. Baik di kota Ende nya, di  Bengkulu, Bangka dan nanti dipersiapkan di daerah Sumut," ujarnya.

Satu lagi, lanjut Tjahjo, di Saum Laki sudah selesai, tinggal nanti di Papua tempat pembuangan Bung Karno di masa penjajahan  

"Ini semata-mata kita ingin meluruskan sejarah perjuangan bangsa, siapapun orangnya sebagai bangsa yang besar kita harus menghormati siapa pahlawan kita siapa proklamator kita siapa presiden pertama kita.  Di semua negara pasti punya seorang tokoh yang memerdekakan yang memperjuangkan yang memproklamirkan sembari kita meluruskan tapak tapak sejarah itu dengan benar tanpa ada manipulasi," papar Tjahjo.

Masih diterangkan Tjahjo, di era dulu ada yang memanipulasi perjuangan Bung Karno.

"Tidak ada artinya, justru kita harus menghormati siapapun yang berjasa untuk kemerdekaan untuk pembangunan bangsa ini dengan baik. Tujuan kita memperingati bulan Bung Karno dengan berbagai kegiatan berbagai aktivitas berbagai bakti sosial yang sematamata ingin meneguhkan sikap kita, meneruskan, meluruskan tapak sejarah bangsa dan negara ini dengan benar sehingga generasi generasi indonesia yang akan datang bisa berjalan dengan baik khususnya sila sila dalam Pancasila, itu landasan dasar kita ideologi kita perekat kita dan setiap pengambil kebijakan politik di semua tingkatan kementerian apapun dalam hubungan kita keseharian," bebernya.

Membangun komunikasi, menurut Tjahjo, harus selalu dilakukan. Seperti diamanatkan dalam sila-sila Pancasila.  

"Sudah 73 tahun kita sudah merdeka, masih ada saja orang orang yang ingin menggeser mengganti Pancasila, padahal Pancasila itu pemersatu 714 suku di indonesia, 8000 bahasa dari Sabang sampe
Merauke. Semuanya satu," kata Tiahjo. 

Dengan acara bersama gerak jalan makan pagi bersama dan banyaknya doorprize yang sudah disiapkan oleh Sekjen Kemendagri, menurut Tjahjo, adalah untuk kebersamaan, staf pemerintah dan staf negara di Kemendagri.

"Saya kira ini baru setengah, karena jumlah karyawan kemendagri dan BMPP kurang lebih 7 ribu. Di pertemuan akan datang, apakah di akhir Agustus atau November bisa lebih lengkap secara keseluruhan, dan suatu saat bisa diajak sekalian seluruh keluarga masing masing agar bisa menyemaramkan acara kebersamaan kita." Demikian Mendagri Tjahjo Kumolo.

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Jumat, 29 Juni 2018         Dibaca:  57 Kali

Back to Top