Mundur sebagai Bupati Tanah Bumbu, Mardani Tinggalkan Prestasi Luar Biasa

Diterbitkan pada Selasa, 05 Juni 2018   Dibaca : 205  Kali

     

BULAN Ramadhan tahun ini, bakal merupakan Ramadhan terakhir bagi Mardani H Maming untuk bertemu masyarakat sebagai Bupati Tanah Bumbu. 

Ya...Mardani telah menyatakan mundur sebagai Bupati Tanah Bumbu. Dalam beberapa kali kesempatan bertemu masyarakat, Mardani telah berpamitan kepada warga Kabupaten Tanah Bumbu.

Kenapa Mardani mengundurkan diri?  Itu dilakukannya, karena dia akan maju dalam Pemilihan anggota DPR RI pada 2019 mendatang.

Sesuai dengan aturan sekarang ini, bila mencalonkan harus mengundurkan diri satu tahun sebelumnya.

"Saya mohon pamit kepada semua warga Tanah Bumbu karena tahun 2019 mendatang akan maju di pemilihan anggota DPR RI," kata Mardani H Maming kepada otonominews.net, kemarin.

Karena aturan tersebut, dia tidak akan memimpin jabatan bupati pada 2019 mendatang. 

"Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat bila dalam pelayanan pemerintahan selama menjabat banyak kekurangan," katanya dengan nada terbata-bata.

Mardani H. Maming memang pantas dikenang oleh masyarakat Tanah Bumbu. Dia telah meninggalkan kenangan yang manis bagi warga setempat, dengan torehan prestasi yang cemerlang selama memimpin Kabupaten Tanah Bumbu.

 

 

 

 

 

Seperti diketahui, Mardani terpilih menjadi Bupati Tanah Bumbu selama dua periode. 

Dan selama dua periode menjadi Bupati, Mardani berhasil menyulap Tanah Bumbu menjadi salah satu daerah termaju di Kalimantan Selatan.

Sehingga boleh dibilang, Mardani adalah salah satu kepala daerah terbaik di Pulau Kalimantan. Bahkan, prestasinya telah diakui di tingkat nasional.

Keberhasilannya memajukan Tanah Bumbu diakui pula secara nasional, sehingga dia diganjar dengan penghargaan Leader Award 2017 kategori Bupati dari Kementerian Dalam Negeri. 

Sebelum menjadi bupati, Mardani dikenal sukses di belantara bisnis. Sehingga ketika dirinya terjun di dunia politik, lebih terasa unsur pengabdiannya.

Terjun di pentas politik,  Mardani memilih bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Pilihannya menjadi kader partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu ternyata tepat. 

 

Melalui kendaraan PDI-P, Mardani terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Pemilu 2009 untuk periode 2009-2014.

Selanjutnya PDI-P menugasinya maju sebagai calon bupati Tanah Bumbu pada Pilkada 2010.  Dalam Pilkada tersebut Mardani menggandeng seorang birokrat, Difri Darjat.  

Saat dilantik sebagai Bupati Tanah Bumbu periode 2010-2015 pada Senin, 20 September 2010, Mardani berusia 29 tahun. Ketika itu Mardani merupakan bupati termuda se-Indonesia yang tercatat di rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah mengalahkan Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto yang saat dilantik berusia 30 tahun.

Mardani memiliki semangat tinggi dalam membangun Tanah Bumbu. Ia berhasil menyulap Tanah Bumbu menjadi salah satu daerah termaju di Kalsel. 

Pada periode 2010-2015 hasil nyata pembangunan telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Masyarakat dapat menikmati jalan antar desa, kecamatan, dan jalan lingkungan perkotaan yang beraspal, yang sebelumnya rusak berat karena tidak beraspal.

Mardani juga pernah meraih penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas keberhasilannya meningkatkan produksi beras di atas 5% pada tahun 2012. 

Ia juga meraih penghargaan atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2013 dengan capaian standar tertinggi dalam akuntabilitas dan pelaporan keuangan pemerintah dari Kementerian Keuangan RI. 

Bahkan Pemkab Tanahbumbu di bawah kepemimpinan Mardani berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Syarat (WTP) dalam soal laporan keuangan.

Mardani juga memperoleh penghargaan Sikompak Awards sebagai Pembina Terbaik Nasional PNPM Mandiri Perdesaan Kategori Perencanaan Pembangunan Desa (PPD) Aspek Tata Kelola Desa Tahun 2014 dari Wakil Presiden Boediono.

Dan masih banyak lagi prestasi yang diraihnya pada periode 2010-2015.

Bermodalkan sejumlah prestasi yang cemerlang itu Mardani kembali diusung PDI-P sebagai calon bupati Tanah Bumbu pada Pilkada 2015. Kali ini Mardani berduet dengan Sudian Noor. 

Secara mengejutkan, pasangan ini meraih suara 82%. Kemenangan yang sangat mutlak.

Mardani-Sudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu periode 2016-2021 oleh Gubernur Sahbirin Noor di halaman kantor Gubernur Kalsel pada 17 Februari 2016.

Di periode keduanya ini, Mardani semakin terpacu bekerja. Ia melanjutkan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu yang dilaksanakan sejak 2015, yakni Satu Desa Satu Milyar.  

Sejak diluncurkan program yang dananya berasal dari APBD Tanah Bumbu itu banyak perubahan yang dirasakan oleh masyarakat perdesaan. Yakni pembangunan jalan, jembatan, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana perkantoran, fasilitas umum, sarana pengairan dan air bersih.

Program unggulan lainnya adalah Program 1.000 Guru Berprestasi. Program yang dilaksanakan sejak 2017 ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar. Melalui program ini Pemkab Tanah Bumbu memberangktkan guru-guru berprestasi untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) secara bertahap dalam waktu lima tahun.

Dengan ilmu yang diperoleh dari diklat tersebut, para guru dapat menularkan ilmunya kepada guru-guru lainnya dan anak didiknya. Sehingga ke depannya dapat mencetak generasi penerus yang berdaya saing dan dapat melanjutkan pembangunan menuju Tanah Bumbu yang makmur dan sejahtera.

Pada tahun 2016 Tanah Bumbu memperoleh berbagai penghargaan, di antaranya ISCB Indonesia City Award kategori Natamukti Satria, karena berhasil mempromosikan kearifan lokal dan menciptakan investasi UMKM; Penghargaan Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM; dan Anugerah Dana Racsa dari Kementerian Keuangan.

Keberhasilan Mardani memajukan Tanah Bumbu diganjar dengan penghargaan Leader Award 2017 kategori Bupati dari Kementerian Dalam Negeri. Mardani menerima penghargaan itu dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
 
Diharapkan prestasi tersebut dapat memotivasi pengabdian  kepala daerah lainnya untuk percepatan pembangunan daerah, sekaligus meningkatkan kinerjanya demi terwujudnya kepuasan masyarakat. 

Di luar kesibukannya sebagai bupati, Mardani mengemban tugas sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) periode 2015-2020.

Sebagai ketua umum organisasi yang beranggotakan bupati se-Indonesia itu, Mardani berkomitmen semaksimal mungkin menarik investor agar mau berinvestasi di kabupaten/kota se-Indonesia.

Aktivitas lainnya adalah sebagai Ketua DPD PDI-P Kalsel. Suami  Erwinda dan ayah dua anak ini berjuang keras agar PDI-P meraih kejayaan di seluruh daerah di Kalsel.

Mardani juga dikenal sebagai figur yang berbakti pada orangtua. Ia mengaku berkat doa orang tua ia meraih kesuksesan dalam karier.

“Saya punya kebiasaan meminta ampun kepada orangtua, sujud tiap Jumat. Lemah lembutlah kepada mereka, karena mereka adalah kunci utama meraih kesuksesan,” kata Mardani berbagi ilmu kiat sukses.

Mardani dilahirkan di Batulicin, Tanah Bumbu, 17 September 1981. Alumnnus Fakultas Hukum Universitas Lambang Mangkurat (Unlam) Banjarmasin ini anak almarhum H Maming bin Rahing, tokoh masyarakat Tanah Bumbu. Ayahnya pernah menjadi Kepala Desa Pulau Burung dan Kepala Desa Batulicin selama puluhan tahun.  Maming berpulang ke rahmatullah pada tahun 2016.

“Beliau keras dalam mendidik anak-anaknya. Beliau selalu mengajarkan kami mandiri,” kata Mardani mengenang ayahnya. 

Mardani tentu saja menularkan ajaran yang baik  itu ke anak-anaknya. Bahkan juga kepada warga Tanah Bumbu yang dicintainya.


Berbagai prestasi yang ditorehkannya di Kabupaten Tanah Bumbu tentu saja akan selalu dikenang warganya. Dan mulai bulan Agustus tahun ini, dia harus mempersiapkan untuk berkiprah di tingkat nasional: maju sebagai Calon Anggota DPR-RI.

Kini, Mardani fokus mempersiapkan diri untuk pencalonannya sebagai anggota DPR-RI. Sehingga dia telah melepas kegiatannya selaku Bupati.

Tak hanya itu. Mardani yang dipercaya penuh oleh Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan untuk memimpin DPD PDI-Perjuangan Kalsel itu, kini juga sibuk membesarkan partai berlambang kepala banteng bermoncong putih di Kalimantan Selatan.

Sebagai kader andalan, Mardani bertekad akan menjadikan PDI-Perjuangan sebagai partai pemenang Pemilu 2019 di wilayah Kalsel, dengan sebanyak-banyaknya suara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Selasa, 05 Juni 2018         Dibaca:  205 Kali

Back to Top