Ketua DPD Ingin BUMD Punya Target IPO

Diterbitkan pada Jumat, 04 Mei 2018   Dibaca : 39  Kali

     

JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang berharap agar badan usaha milik daerah (BUMD) ramai-ramai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan memanfaatkan dana, manajemen BUMD dapat diperbaiki karena dipantau langsung oleh investor.

 

“BUMD sekarang harus masuk BEI, gunakan pasar modal.Modal sekarang bukan di bank. Bank itu bunganya tinggi di bursa,“ kata Oesman dalam sambutannya di acara Top BUMD 2018 yang digelar Majalah BusinessNews Indonesia dan Asia Business Research Center di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (3/5).

 

Menurut Oesman yang juga seorang pengusaha, ia dulu hanya seorang pedagang rokok di pelabuhan di daerah Kalimantan Barat. Saat ini, dia sudah memiliki perusahaan yang sudah berpengalaman di BEI. “Karyawan perusahaan saya kecil, 37 ribu orang. Saya bisa, kenapa BUMD yang punya wilayah tidak bisa ?,” kata dia.

 

Dalam sambutannya di depan sekitar 700 orang peserta TOP BUMD 2018, Oesman mengungkapkan bahwa DPD saat ini sudah mengajukan RUU tentang BUMD. Masyarakatnya ke depan BUMD memiliki payung hukum seperti BUMN yang juga sudah memiliki UU sendiri.

 

“Sebab, secara keseluruhan BUMD memiliki peran signifikan dalam pemabangunan di daerah,” ucanya.

 

Beberapa hal yang penting dalam RUU BUMD dan lain lain. BUMD. Selain itu juga perlunya peraturan untuk mengurangi korupsi dan intervensi oleh Pemda.

 

“BUMD harus memiliki dan menjalankan tata kelola perusahaan yang baik. Perlunya ketentuan utk meningkatkan persaingan dan kompetensi sumber daya manusia, dan juga perlunya untuk semua pihak, selain itu saham untuk pihak lain selain Pemda, ”kata Oesman.

 

Seperti diketahui, ajang TOP BUMD 2018 bertujuan untuk membangun BUMD agar bisa mendukung percepatan ekonomi Indonesia.

 

“Ini adalah kegiatan top rating digelar setiap tahun. Tujuannya untuk memberikan apresiasi penghargaan kepada BUMD berprestasi, bikinerja baik dan memberikan kontribusi baik kepada daerah maupun nasional,” ujar Ketua Penyelenggara TOP BUMD 2018 M Lutfi Handayani.

 

Menurut dia, proses penilaian kegiatan TOP BUMD sudah dimulai sjak awal tahun ini, dengan menyeleksi lebih dari 2.000 BUMD. Data BUMD ini dikumpulkan dari asosiasi BUMD.

 

“Setelah filter, jadi 200 BUMD. Terus kita wawancarai mereka, ada saran perbaikan dari dewan juri. Jadi kegiatan ini jadi proses pembelajaran BUMD kita, mudahan-mudahan ke depan BUMD kita bisa jauh lebih baik,” kata Lutfi.

 

Sementara itu, salah satu dewan juri Suryo Danisworo mengatakan, ada yang berbeda dari Top BUMD yang digelar dengan award-award sejenis. “Bedanya kita engan yang lain, kita punya nilai tanbah yaitu masukan kita, dewan juri kepada BUMD-BUMD yang masuk nominasi,” kata Suryo.

 

Ada 200 BUMD terbaik di Indonesia yang masuk nominasi untuk meraih penghargaan TOP BUMD 2018. Berdasarkan data penyelenggara, di antara 700 undangan yang hadir itu antara lain gubernur, walikota/bupati pemenang Top Pembina BUMD, serta jajaran direksi/komisaris dan manajer BUMD.

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Jumat, 04 Mei 2018         Dibaca:  39 Kali

Back to Top