Data Statistik Jadi Kunci Sukses Pembangunan Banyuwangi

Diterbitkan pada Selasa, 10 April 2018   Dibaca : 151  Kali

     

Banyuwangi - Data statistik merupakan kunci sukses di balik upaya pembangunan di Banyuwangi. Untuk itu Pemkab Banyuwangi memperkuat kolaborasi dengan ahli dan pelaku statistik untuk menunjang program tersebut. 
Kolaborasi ini terwujud lewat FMS (Forum Masyarakat Statistik), lembaga yang terdiri atas unsur pemerintah, praktisi, dan pakar yang bertugas memberi pertimbangan berbagai aspek statistik kepada BPS (Badan Pusat Statistik). 

"Karena tanpa data, pasti programnya keliru. Keberadaan Forum Masyarakat Statistik bisa meningkatkan kualitas data statistik yang akan berkorelasi ke pengembangan daerah," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka lokakarya Forum Masyarakat Statistik (FMS) di Banyuwangi, di Hotel Santika, Selasa (10/4/2018).
Acara ini juga dihadiri Ketua FMS Prof Bustanul Arifin, Sekretaris Utama BPS Adi Lumaksono, Guru Besar IPB D.S. Priyarsono, Deputi Ekonomi Bappenas Leonard Tampubolon, dan Kepala BPS se-Jatim.
Menurut Anas, Banyuwangi memanfaatkan data yang diterbitkan BPS sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan di wilayahnya. Mereka juga bisa menggunakan data itu untuk mengatasi kemiskinan secara terfokus sesuai karakteristik kemiskinan di masing-masing wilayah. 

"Karena setiap kecamatan berbeda-beda penduduk dan kulturnya, jadi obatnya juga beda. Nah itu kita tahunya dari BPS. Maka benar sekali bahwa data itu mencerdaskan bangsa. Kita cari modal pembangunan itu ya dari data statistik," ujar Anas. Salah satu program Pemkab Banyuwangi yang memanfaatkan data statistik adalah aplikasi Jalin Kasih yang berisi data penduduk miskin berbasis geospasial dengan permasalahan kemiskinannya masing-masing.

"Kami memvalidasi data statistik lalu membuatnya jadi data digital. Dengan begini semua orang bisa mengakses data warga miskin dan ikut membantu mengentaskannya lewat program-program seperti donasi makanan bergizi, beasiswa, bedah rumah dan sebagainya," terang Anas.
Berkat aplikasi tersebut, Anas mengklaim angka kemiskinan Banyuwangi terus menurun hingga level 8,64 persen pada tahun 2016 atau di bawah rata-rata Provinsi Jatim yang masih di atas 11 persen.
Sekretaris Utama BPS Adi Lumaksono mengatakan, Banyuwangi adalah salah satu daerah di Indonesia yang paling banyak memanfaatkan data.

"Data berfungsi sebagai informasi yang menjadi dasar dalam mengambil keputusan. Ibaratnya kalau orang mengambil keputusan tanpa data bagaikan jalan di kegelapan. Dengan data baik rencana maupun hasil kebijakan lebih terukur," kata Adi.
Ketua FMS Prof Bustanul Arifin mengatakan, lokakarya FMS digelar di Banyuwangi sebagai apresiasi atas perkembangan daerah tersebut. "Banyuwangi juga sentra produksi beras sampai surplus. Ini selaras dengan tema yang kita angkat tentang pembenahan statistik data produksi beras," timpalnya.

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Selasa, 10 April 2018         Dibaca:  151 Kali

Back to Top