Mendagri Lantik Penjabat Gubernur Sultra

Diterbitkan pada Senin, 19 Februari 2018   Dibaca : 83  Kali

     

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo melantik pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Tenggara, di Kota Kendari, Senin (19/2). Pelantikan pejabat Gubernur Sulawesi Tenggara karena masa jabatan Gubernur Sultra nonaktif Nur Alam dan plt Gubernur Sultra Saleh Lasata telah berakhir masa jabatannya pada Minggu (18/2).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Teguh Setyabudi dilantik menjadi Plt Gubernur Sultra hingga dilantiknya gubernur definitif yang terpilih melalui proses Pilkada 2018.

"Saya berharap pejabat gubernur yang baru segera menyesuaikan diri dengan seluruh staf baik itu pimpinan SKPD provinsi, unsur TNI-Polri dan termasuk para kepala daerah kabupaten dan kota di Sultra," ujar Tjahjo.

Tjahjo mengatakan pihaknya sengaja melakukan pelantikan langsung di Kendari agar bisa sekaligus bertatap muka dengan jajaran pemerintah daerah Kendari serta Provinsi Sultra untuk mendengarkan aspirasi serta memeberi imbauan langsung mengenai area rawan korupsi. Sebab, saat ini KPK sedang fokus mengawasi daerah.

"Ini kan saya bisa ketemu semua untuk menyampaikan masalah masalah detail, memahami area rawan korupsi, bagaimana sukses pilkada dengan baik, membangun komunikasi dengan semua pihak," katanya.

Selain itu, Tjahjo mewanti-wanti agar jajaran daerah dapat menjaga kondusifitas selama Pilkada berlangsung. Menjaga kondusifitas itu dapat dilakukan dengan menghindari politisasi SARA, tidak langsung percaya terhadap kabar viral di media sosial serta anti politik uang.

"Ini yang saya kira tadi sudah kami sampaikan bahwa pilkada ini memilih kepala daerah yang amanah. Maka mari kita tinggkatkan partisipasi politik rakyat. Rakyatlah yang mengontrol jalannya demokrasi. Yang kedua mari kita lawan politik uang. Sekecil apapun. Yang ketiga mari kita lawan yang namanya kampanye yang berujar kebencian, SARA, fitnah. Mari adu program adu konsep adu gagasan karena janji politik seorang calon kepala daerah begitu dia berhasil nanti janji ini jadi program daerah yang harus diikuti oleh masyarakat," jelasnya.

Tak hanya itu, Tjahjo juga ingin mendengar langsung mengenai aspirasi untuk memekarkan beberapa daerah di Sultra. Meski rencana pemekaran untuk secara keseluruhan harus ditunda. Namun, pihaknya akan tetap menampung aspirasi untuk dijadikan pertimbangan.

"Kami akan perhatikan, hanya pemekaran ini sekarang pengajuan ke Kemendagri sudah mencapai 314 daerah otonomi baru. Itu juga perlu dana, perlu SDM, tidak mungkin untuk mengurangi anggaran daerah. Makanya dengan kebijakan presiden yang membangun Indonesiasentris, saya menunda dulu," kata Tjahjo.

Menurutnya, penundaan pembentukan DOB hanya bisa dilakukan jika anggaran mencukupi, pertumbuhan ekonomi baik serta kesiapan tata kelola pemerintahan yang sudsh didisain rapi.

"Ya nanti kita lihat kalau sampai pertumbuhan dan keuangan mencukupi. Ini ada314 loh tambahan provinsi dan kabupaten kota itu. Kalau 5 atau 10 sih tidak ada masalah, 314. Padahal hak konstitusional daerah harus ada. Ga diambil 10/100 semua pasti akan marah. Nah,mari kita lihat dengan baik bagaimana postur anggaran, pemerintahan, tata kelola pemerintahan," tukasnya.

Dalam pelantikan pejabat Gubernur Sultra Teguh Setiyabudi turun hadir para kepala daerah dan wakil kepala daerah Sulawesi Tenggara. Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap Budi Revianto dan pasangan calon Gubernur Sultra Ali Mazi anggota DPR RI Tina Nur Alam dan Amirul Tamin serta anggota DPD yusran Silondae

Plt Gubernur Sulawesi Tenggara Saleh Lasats mengatakan sangat berterimah kasih kepada Mendagri karena pelantikan berlangsung di Kendari bukan di Jakarta sehingga disaksikan oleh semua masyarakat.

Saleh Lasata menambahkan mulai hari ini perasaannya plong dan bebas setelah sepuluh Tahun menjalan tugas sebagai Wakil Gubernur bersama Gubernur non aktif Nur Alam.

Meskipun tidsk Nur Alam Saleh Lasata mengatakan akan mewakili Nur Alam yang masih menyelesaikan kasus hukumnya. 

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Senin, 19 Februari 2018         Dibaca:  83 Kali

Back to Top