Pemprov Jabar Dorong Percepatan Pembangunan Akses Bandara Kertajati

Diterbitkan pada Kamis, 28 Desember 2017   Dibaca : 30  Kali

     

BANDUNG - Pemprov Jawa Barat (Jabar) mendorong percepatan pembangunan akses jalan menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka yang ditargetkan mulai beroperasi 2018 mendatang.

Percepatan pembangunan akses jalan ini ditandai dengan adanya penandatanganan Kesepakatan Bersama Pembebasan Lahan untuk pembangunan Bandara Kertajati di Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Rabu (27/12/2017). Penandatanganan dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pengamanan Pilkada Serentak 2018 di Jabar. Hadir dalam penandatanganan tersebut, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Bupati Majalengka Sutrisno, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jabar Sri Mujitono, serta unsur musyawarah pimpinan daerah (Muspida).

"Melalui penandatanganan ini, besar harapan dapat mempercepat pembangunan Bandara Kertajati yang ditargetkan beroperasi pertengahan 2018. Beberapa kendala di lapangan antara lain berkaitan dengan proses pembebasan tanah untuk jalan tol dan non-tol menuju Bandara Kertajati," tutur Aher, sapaan akrab Gubernur Jabar. Pembangunan akses non-tol menuju Bandara Kertajati sendiri sudah mulai dilakukan akhir tahun ini dan pembebasan lahannya yang mengambil jalur lurus di atas lahan milik Pemprov Jabar kini telah mendekati finish. Lahan sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar sekitar 60 meter atau seluas 40 hektare ini berada di atas 218 bidang tanah.
 
Di sisi lain, lanjut Aher, Pemprov Jabar telah menyiapkan pembangunan akses tol sepanjang 3,8 kilometer menuju Bandara Kertajati dengan menggelontorkan dana hingga Rp90 miliar untuk pembebasan lahannya. Akses tol tersebut akan tersambung langsung ke Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jabar Eddy Nasution menambahkan, Bandara Kertajati merupakan infrastruktur strategis nasional yang dibangun untuk meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan daerah. "Maksud dan tujuan penandatanganan kesepakatan ini untuk melaksanakan langkah-langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Bandara Kertajati agar dapat berfungsi sebagai bandara internasional 2018 mendatang, antara lain melalui percepatan pembebasan lahan akses tol dan non-tol-nya," pungkas Eddy.

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Kamis, 28 Desember 2017         Dibaca:  30 Kali

Back to Top