Wuih.. 60 Desa di Kabupaten Blitar Dapat Hadiah Mobil Operasional

Diterbitkan pada Rabu, 11 Oktober 2017   Dibaca : 141  Kali

     

60 Dari 248 desa dan kelurahan di Kabupaten Blitar mendapat hadiah mobil operasional baru. Hadiah berupa sebuah mobil Daihatsu Grand Max tahun 2017 ini dibelanjakan dari dana APBD tahun 2017 senilai Rp 8,184 miliar.

Mobil operasional plat merah ini menjadi hadiah, jelas Mujianto, karena 60 desa dan kelurahan tersebut, harus bersaing ketat dengan 248 desa lain dalam lomba desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Blitar, Mujianto, proses pengadaan 60 mobil operasional itu melalui e-processing.

"Pengadaannya melalui e-processing jadi tidak lewat tender lelang. Semua sudah clear and clean, dijamin transparan dan akuntabel itu. Kami memang menghindari proses pengadaan lewat dealer karena berpotensi menimbulkan kegaduhan," kata Mujianto ditemui di kantornya, Jalan Nias Kota Blitar, Selasa (10/9/2017).

Dia menjelaskan, tahapan awal kami mulai sejak Januari-Februari-Maret 2017. Ada proses evaluasi desa sesuai kuisioner dari kemendes terkait perkembangan desa.

Dari tahapan ini, lanjut dia, DPMD mengklasifikasi desa menjadi tiga. Yakni desa kurang berkembang, berkembang dan cepat berkembang. Desa dengan klasifikasi cepat berkembang, direkomendasikan mewakili lomba desa ke tingkat kabupaten.

"Kabupaten lalu menentukan 22 desa dari 22 kecamatan untuk mewakili di lomba tingkat Propinsi Jawa Timur," tambah Mujianto.

Karena stok mobil yang tersedia sebagai hadiah sebanyak 60 unit, maka desa yang tidak mewakili di tingkat provinsi, bisa ikut lomba di tingkat eks kawedanan. Meliputi eks Kawedanan Blitar, Srengat, Lodoyo Timur, Lodoyo Barat dan Wlingi. Masing-masing eks kawedanan ini mendapat jatah 8 unit mobil, kecuali eks Kawedanan Lodoyo Barat yang hanya mendapat jatah 6 unit mobil. 

"Yang eks Kawedanan Lodoyo Barat hanya 6 unit karena luasan wilayahnya lebih sempit dibanding wilayah lain," tutur Mujianto.

Rupanya hadiah lomba itu tak hanya mobil baru, namun pemkab juga memberikan bantuan keuangan yang nilainya ratusan juta.

Seperti juara 1 diraih Desa Slorok Kecamatan Doko mendapat hadiah uang senilai Rp 200 juta, juara 2 Desa Pasirharjo Kecamatan Talun dengan hadiah senilai Rp 150 juta, juara 3 Desa Krisik Kecamatan Gandusari yang memperoleh uang Rp 75 juta. Sedangkan harapan 1 dan 2, masing-masing mendapat hadiah uang Rp 50 dan 25 juta.

"Bantuan keuangan itu kami transfer langsung ke rekening desa ya. Penggunaannya, diatur sesuai petunjuk teknis diantaranya untuk pemberdayaan masyarakat desa," tambahnya.

Secara terpisah Bupati Blitar, Rijanto mengharapkan, adanya mobil operasional ini bisa meningkatkan kinerja pegawai di tingkat desa atau kelurahan untuk kemajuan desanya.

"Kalau sudah ada mobil semoga mereka semakin bersemangat, bergairah untuk memaksimalkan kinerja demi kemajuan desanya," kata Rijanto.

Sedangkan bagi desa yang belum mendapat hadiah mobil operasional, Rijanto meminta jangan berkecil hati. Diharapkan justru bisa memompa semangat kinerja agar bisa menyusul daerah lain yang sudah berkembang

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Rabu, 11 Oktober 2017         Dibaca:  141 Kali

Back to Top