Paradigma Pengelolaan Wilayah Perbatasan Perlu Diubah

Diterbitkan pada Jumat, 29 September 2017   Dibaca : 126  Kali

     

Wilayah perbatasan merupakan juga kedaulatan Indonesia yang tidak boleh diabaikan pemerintah, terlebih perbatasan adalah wilayah terdepan sebagai etalase negara yang semestinya terjaga.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, beberapa tantangan bagaimana mengelola perbatasan negara salah satunya dengan mengubah paradigma.

“Kita harus mengganti cara berpikir kita melihat perbatasan itu sendiri. Kalau paradigma lama memandang perbatasan negara hanya sebagai wilayah perbatasan yang harus dijaga secara militeristik, sekarang coba diubah,” kata Tjahjo dalam seminar nasional ‘Pembangunan Daerah Perbatasan Sebagai Beranda Depan NKRI’ yang diselenggarakan Fraksi Partai Demokrat, di Komplek Parlemen, Jakarta (Senin, 25/9).

Menurut Tjahjo, dengan paradigma baru, wilayah perbatasan harus dilihat sebagai entitas yang memikiki elemen kedaulatan dan penduduk yang harus dilindungi secara utuh.

“Dengan pendekatan seperti security approach prosperity approach, envionment apporach dan perbatasan negara harus menjadi beranda depan NRKI yang memiliki sumber daya alam yang besar,” jelasnya.

Ditambahkan Tjahjo, arah kebijakan pemerintah dalam mengelola perbatasan sudah sesuai dengan nawacita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan mewujudkan halaman depan negara sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan pembangunan negara tetangga

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Jumat, 29 September 2017         Dibaca:  126 Kali

Back to Top