Mendagri: Perlu Pembenahan Untuk Jaring Kepala Daerah Bersih

Diterbitkan pada Senin, 25 September 2017   Dibaca : 69  Kali

     

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memandang maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Daerah merupakan hal yang perlu diapresiasi demi mewujudkan pemerintahan yangn K bersih. Meskipun demikian, dirinya tak menyangkal jika hal itu membuatnya prihatin dan kecewa.

Untuk itu, sejumlah langkah pembenahan perlu dilakukan. Hal itu ialah Pembenahan sistem yang terus menerus sudah dilakukan, penerapan e- goverment yang didukung dengan transparansi.

Lalu mengurangi pilkada biaya tinggi dan penguatan kelembagaan Inspektorat daerah serta reorientasi Perilaku kepemimpinan Kepala Daerah.

“Serta membangun budaya gerakan Anti Korupsi,” terang Tjahjo dalam keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Minggu (24/9).

Ke depan, lanjut dia, seluruh latihan kepemimpinan dan diklat sedang dibenahi dengan menambahnya menjadi 50% modul berisi substansi Anti Korupsi khususnya pencegahan sebagai bagian dari Gerakan Nasionsl Revolusi Mental.

“Korupsi sangat kompleks dan menjadi tanggung jawab kita semua dalam pencegahan maupun penanggulangan, ternasuk Sekolah, Media, pengusaha, dan Parpol. Dan diri saya sendiri sebagai Mendagri,” imbuh dia.

Untuk itu, dirinya meminta agar seluruh pihak memastikan kepala daerah yang diusungnya memiliki integritas dan komitmen anti korupsi yang kuat. Dirinya menambahkan jika perekrutan calon Kepala Daerah sudah mulai dilakukan dengan adanya Psikotes, Sekolah sekolah Partai serta diklat Calon Kepala Daerah di sejumlah partai.

“Saya berharap, OTT Wali Kota Cilegon ini yang terakhir. Prinsipnya, ayo kita kawal bersama untuk terwujudnya tata kelola pemerintah yang bersih sesuai nawa cita kedua. Kemendagri meminta semua Kepala Daerah untuk berkomitmen melaksanakan sumpah dan janjinya saat dilantik secara konsisten,” tutup dia.

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Senin, 25 September 2017         Dibaca:  69 Kali

Back to Top