Sekjen Kemendes Mengaku Tak Tahu Saweran Duit Suap Opini WTP

Diterbitkan pada Kamis, 07 September 2017   Dibaca : 63  Kali

     

Sekjen Kemendes Anwar Sanusi mengaku tidak mengetahui saweran dari sejumlah direktorat. Anwar tidak menerima laporan soal saweran yang disebut jaksa KPK terkait dengan kasus suap opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

"Ada perintah mengumpulkan sejumlah uang untuk PNS Kemendes, Anda tahu pengumpulan uang?" tanya jaksa kepada Anwar yang bersaksi saat sidang terdakwa Sugito dan Djarot di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (6/9/2017).

"Saya tidak tahu," jawab Anwar.

Jaksa menjelaskan Kabiro Keuangan dan BMN Kemendes Ekatmawati pernah mengakui adanya saweran untuk akomodasi auditor BPK dalam memeriksa laporan keuangan Kemendes.

"Saya tahu saya unit kerja ada pendampingan dengan BPK. Kami tidak memeriksa detail, akhir meeting menyampaikan secara general," ujar Anwar. 

Jawaban Anwar yang mengaku tidak tahu soal duit saweran dipertanyakan jaksa. Sebab Ekatmawati menurut jaksa selalu melaporkan keuangan kepada Anwar Sanusi. 

"Ada kesepakatan kata bu Ekatmawati, kumpulkan sejumlah uang? Uang akan diberikan operasional BPK apa disampaikan Bu Eka?," tanya jaksa. 

"Saya tidak tahu, yang pasti begini Bu Eka melaporkan hal-hal pemeriksaan," ujar Anwar. 

Dalam surat dakwaan yang disusun jaksa terdapat kesepakatan soal uang saweran yang terkumpul Rp 240 juta. Duit ini menurut jaksa berasal dari:

1. Ditjen Pengembangan Daerah Tertentu, Rp 15 juta
2. Dijen Pembangunan Kawasan Pedesaan, Rp 15 juta
3. Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Rp 15 juta.
4. Balai Latihan Dan Informasi Rp 30 juta. 
5. Sekretariat Jenderal Rp 40 juta. 
6. Ditjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Rp 15 juta. 
7. Ditjen Penyiapan Kawasan Pembangunan dan Pengembangan Transmigrasi Rp 10 juta. 
8. Inspektorat Jenderal Rp 60 juta.
9. Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal Rp 34 juta
10. Uang pribadi Jarot Budi Prabowo Rp 5 juta 

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Kamis, 07 September 2017         Dibaca:  63 Kali

Back to Top