Bupati Muba Larang Kantor Dinas Dicat Warna-warni

Diterbitkan pada Senin, 29 Mei 2017   Dibaca : 173  Kali

     

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex melarang bangunan kantor dinas atau instansi pemerintah daerah menggunakan cat dinding warna-warni.  “Saya instruksikan seluruh kantor dinas pemerintah daerah tidak boleh warna-warni, harus warna netral seperti warna putih,” katanya, Senin (29/5).

Dodi yang baru sepekan menjabat Bupati Muba meminta dinas mengubah cat warna kantor dengan warna netral. Sebab, di masyarakat berkembang opini warna kantor pemerintah akan mengikuti warna partai politik yang mengusung bupatinya. “Saya dari Partai Golkar dan Wakil Bupati Pak Beni dari PDI Perjuangan, tidak mungkin saya suruh ganti cat kantor pemerintah di Muba seluruhnya berwarna kuning atau merah. Cukup kantor partai politik saja yang warna-warni,” kata Dodi. Selain instruksi warna kantor, Dodi meminta pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba mencamkan tiga hal, yaitu disiplin, etos kerja dan etika. “Menyangkut disiplin, saya tidak akan sidak masuk ke ruangan-ruangan. Saya anggap semuannya sudah tahu kewajiban masing-masing. Akan tetapi ketika saya berkunjung masih ada hal yang di luar sistem, tunggu sanksinya,” kata Dodi.

Dodi juga mengingatkan kebersihan kantor harus dijaga oleh masing-masing instansi. “Ini hal kecil tapi psikologis, di dalam kantor ada AC tolong jangan merokok, silakan merokok di luar. Mari kita sama-sama menjaga dan merawat kebersihan lingkungan.” Terkait dengan etos kerja dan etika, Dodi meminta ASN harus bekerja berlandaskan profesionalisme, cerdas, bebas dari korupsi ataupun narkoba, dan memelihara iklim terjaga dengan sehat. “ASN bertugas melayani masyarakat, jangan coba-coba melakukan korupsi atau pungutan liar. Saya tidak akan tolerir, saya akan bela selama tidak melakukan hal-hal yang di luar sistem, melanggar undang-undang dan hukum. Jika sudah tersentuh masalah korupsi dan narkoba, mohon maaf saya tidak bisa untuk membela,” katanya. Terkait dengan etika, Bupati Muba mengingatkan bahwa hubungan bawahan kepada atasan harus dijunjung tinggi. “Ke depan tidak ada blok-blokan, semuanya satu. Jangan saling adu domba, saling fitnah, tidak ada gesekan-gesekan untuk menggagalkan atau menghambat.”

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Senin, 29 Mei 2017         Dibaca:  173 Kali

Back to Top