Kemendagri Mendorong Pemda Agar Menetapkan Perda Pertanggungjawaban APBD Tepat Waktu

Diterbitkan pada Kamis, 20 April 2017   Dibaca : 315  Kali

     

JAKARTA - Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (P2KD) Drs. Syarifuddin, MM mengapresiasi kegiatan Asistensi Penyusunan Ranperda dan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2016” yang diselenggarakan oleh Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri (18/4).

Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, dan kami harapkan dapat dibangunnya pola pikir dan tindakan serta kebersamaan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota secara sinergis”, ungkap beliau saat acara pembukaan dilaksanakan.

Direktur P2KD menekankan bahwa dengan terbitnya Permendagri No. 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Evaluasi Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Dan Ranperkada Tentang Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD, pemda dihimbau lebih fokus dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan daerah dengan memperhatikan regulasi yang berkaitan, antara lain PP No 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, telah mengamanatkan bahwa informasi keuangan negara yang meliputi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dilengkapi dengan informasi Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (SAL), Laporan Arus Kas, Laporan Realisasi  Anggaran dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Peserta yang mengikuti acara asistensi ini berasal dari Inspektorat Provinsi, Kepala Sekretariat Dewan Provinsi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi, Kepala Bagian/Bidang Akuntansi pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Kepala Bagian/Kepala Bidang yang Membidangi Pembinaan Laporan Keuangan Kabupaten/Kota, Kepala Bagian/Bidang Anggaran dan Sekda Kabupaten/Kota.

Lewat acara asistensi ini Direktur P2KD menekankan bahwa Sistem akuntansi pemerintahan daerah dilaksanakan oleh PPKD dan untuk Sistem akuntansi SKPD dilaksanakan oleh PPK-SKPD. PPKD menyusun laporan keuangan pemerintah daerah dengan cara menggabungkan laporan-laporan keuangan SKPD paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran berkenaan. Laporan keuangan disampaikan oleh kepala daerah kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk dilakukan pemeriksaan paling lambat 2 (dua) bulan semenjak diserahkannya laporan keuangan sehingga tidak terjadi keterlambatan penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah.

Sampai saat ini masih banyak Pemda melewati waktu yang telah di amanatkan dalam peraturan perundang-undangan dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah, sehingga akan berimbas kepada penyampaian ranperda pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBD” ujar dia. 

Ruang lingkup keuangan negara yang dikelola langsung oleh Pemerintah Daerah adalah APBD yang merupakan inti dari akuntansi keuangan pemerintahan. Oleh karena itu, kedudukan APBD dalam penatausahaan keuangan dan akuntansi pemerintahan sangatlah penting.

APBD merupakan rencana kegiatan pemerintah yang dinyatakan dalam satuan uang dan meliputi rencana pengeluaran dan pemenuhan pengeluaran tersebut. Sistem akuntansi pemerintahan daerah meliputi serangkaian prosedur mulai dari proses pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.

Direktur P2KD menambahkan agar secara bersama-sama mensukseskan langkah-langkah yang kongkrit dalam mewujudkan good governance.

Kami berharap kegiatan hari ini betul-betul dapat merumuskan langkah strategis dalam pelaksanaan kebijakan pengelolaan keuangan daerah, lebih memihak kepada kepentingan negara, adanya kearifan bersama dalam upaya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel dalam penyelenggaran negara”, ungkap beliau.

Kedepan Kemendagri menghimbau agar pemda mengimplementasikan transaksi non-tunai sebagaimana amamat Presiden Jokowi yang telah dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 910/1866/SJ tanggal 17 April 2017. keuda ::.

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Kamis, 20 April 2017         Dibaca:  315 Kali

Back to Top