GUBERNUR BENGKULU SIAP JALANKAN INSTRUKSI PRESIDEN

Diterbitkan pada Jumat, 12 Februari 2016   Dibaca : 1032  Kali

     
   
 

RMOL. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyarankan Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru dilantik agar tidak hanya duduk di belakang meja tapi juga blusukan ke tengah masyarakat. Menanggapi hal itu, Gubernur Bengkulu yang baru Ridwan Mukti siap mematuhi intruksi Presiden.

"Tentu untuk konsolidasi itu kita harus turun ke lapangan. Perlu betul ini, karena jangan sampai hanya mengandalkan laporan tapi harus melihat sendiri kondisi di lapangan. Apa yang disampaikan Presiden kita merespon dan akan kita laksanakan. Apalagi itu harapan atau ekspektasi masyarakat terhadap kita dulu, sehingga kita dimenangkan," ujarnya usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/2).

Setelah ini, Ridwan dan Wakilnya Rohidin Mersyah mengaku akan tancap gas. Yang pertama dilakukan adalah konsolidasi dan menata birokrasi di jajaran Pemprov dan Pemkot/Kabupaten Bengkulu. Sembari menata birokrasi, Ridwan yang datang bersama istri dan anak-anaknya saat pelantikan itu mengaku akan menginventarisir dan merorientasi janji-janji dan visi misi kampanyenya dulu untuk ditekankan kepada SKPD-SKPD sebagai pelaksana program di lapangan. Kemudian, mantan Bupati Musi Rawas ini akan berusaha membuat pemerintahan bersih dan transparan seperti tuntutan masyarakat Bengkulu. Untuk itu, dia akan mengajak seluruh pejabat dan PNS untuk menandatangani pakta integritas.

"Isinya agar tidak korupsi, tidak narkoba, tidak memanfaatkan jabatan untuk berbisnis. Nanti kita minta kesediaan kepada jajaran-jajaran dan tentu kami juga," terang Ridwan. Terkait penyelarasan program pusat dan daerah yang selama ini banyak yang tidak sinkron, Ridwan akan membentuk sebuah tim. Setelah tim kompak, Ridwan akan langsung turun sendiri ke Kabupaten dan Kota untuk menyinkronkan kebijakan yang ada di daerah dengan pusat. "Kita juga terus konsultasi ke pusat  jangan sampai ada program yang tumpang tindih. Supaya efektif dan tepat sasaran," ungkap Ridwan. Diketahui, kepada tujuh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang dilantik, Presiden Jokowi meminta agar mereka dapat memenuhi janji kampanye di Pilkada serentak 2015 lalu. Presiden mengingatkan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur adalah  wakil pusat di daerah. Karena itu visi misi Presiden yang paling utamalah yang harus dijalankan. Dengan cara ada keterpaduan dalam percepatan pembangunan nasional.

  Sumber:          Diterbitkan pada:  Jumat, 12 Februari 2016         Dibaca:  1032 Kali

Back to Top